Alat Musik Indonesia Yang Mendunia

Angklung

Angklung adalah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Angklung terbuat dari papan bambu yang disusun sedemikian rupa sehingga ketika bergetar atau bergetar menghasilkan suara melodi dan khas. Banyak orang harus memainkan Angklung agar dapat mereproduksi nada yang indah, karena Angklung sendiri adalah gamut.

Angklung tidak hanya tertarik pada warga negara Indonesia, tetapi juga membuat banyak turis asing jatuh cinta karena keunikan dan keindahan suaranya. Banyak dari mereka datang ke Indonesia dan mencoba menguasai alat bahasa Inggris tradisional. Tidak mengherankan, UNESCO mengakui Angklung sebagai Warisan Budaya Dunia dalam Daftar Perwakilan Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

Pada 2011, alat musik angklung sekali lagi memenangkan prestasi internasional. Guinness Book of Records menetapkan rekor dunia untuk harmoni instrumen sudut. Prestasi global ini dihadiri oleh sekitar lima ribu peserta dari seluruh dunia yang bersama-sama bermain bahasa Inggris di Washington, AS. Mereka membawakan lagu We Are The World oleh Michael Jackson. Sukses diraih oleh seorang master bahasa Inggris bernama Daeng Ujo dari Saung Mang Ujo Art Studio di Bandung.

orkestra gamelan

Gamelan adalah kombinasi alat musik yang menonjolkan gambang, metalofon, drum, dan gong. Ritme musik gamelan lembut dan khas. Sama seperti instrumen angklung, gamelan juga harus bermain bersama dalam komposisi musik. Kesatuan dalam permainan adalah cerminan dari harmoni, harmoni dan kerja sama.

Patut dicatat bahwa beberapa negara di dunia memasukkan gamelan Indonesia ke dalam kurikulum mereka. Universitas-universitas terbaik di dunia menjadikan gamelan sebagai subjek yang harus dipelajari siswa, menyebutnya UCLA, University of Michigan dan University of Michigan di Amerika Serikat. Kemudian di Inggris ada Universitas Cambridge, Universitas Manchester dan banyak lainnya. Di Singapura, gamelan digunakan sebagai subjek di sekolah dasar dan menengah.

Karena ketenaran gamelan, pemerintah berencana untuk memperkenalkan gamelan sebagai warisan budaya dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa dan UNESCO.

Sasando

Sasando, alat musik gesek yang dimainkan dengan memilih, menghasilkan alat musik yang indah dan romantis. Sasando dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Sassando memiliki bentuk yang agak unik, menyerupai cangkang dengan bambu di tengahnya. Sasando membuat suara seperti gitar, biola, harpa, harpa dan alat musik petik lainnya. Sasando juga diundang untuk menerima penghargaan di UNESCO.

Alat musik Sasando membawa Djitron Pah dari Indonesia ke acara Asia Got Talent pada tahun 2015, hingga akhirnya melodic sasando melodic membawa Djitron dan keluarganya ke seluruh dunia. Jitron menjelajahi tiga benua, secara bertahap memperkenalkan alat musik tradisional Indonesia ke panggung dunia. Jitron membawa sassandan ke AS, Rusia, Inggris, Belanda, Italia, Finlandia, Jerman, dan Taiwan.

Tifus

Tifoid berasal dari Indonesia bagian timur, khususnya dari Papua dan Maluku. Tifoid terbuat dari kayu, memiliki bentuk tabung dan memainkan pukulan. Alat musik ini biasanya dimainkan selama upacara tradisional dan pertunjukan musik, serta tarian tradisional. Tifa adalah jenis alat musik dengan satu suara, oleh karena itu Tifa dapat menjadi pengatur utama suara dan ritme saat memainkan alat musik lainnya.

Alat musik tipus di Papua dan Maluku memiliki bentuk yang berbeda. Di Papua, bagian tengah demam tifoid lebih melengkung dan memiliki pegangan di bagian tengah. Demam tifoid di Maluku berbentuk tubular, tanpa gagang. Tidak dibagi lagi menjadi beberapa jenis, termasuk Jekir, Cut, Basic dan Bass. Pemisahan jenis drone berbeda dari warna suara, jadi ketika bermain bersama, jenis drone harus disesuaikan sesuai dengan warna suara dan fungsinya masing-masing.

kolintang

Kolintang atau kultang adalah alat musik yang berasal dari Sulawesi Utara. Kolintang terbuat dari kayu, yang disusun dan dimainkan dengan pukulan. Kolintang dikenal luas di masyarakat Minahasa dan sering digunakan untuk upacara tradisional, pertunjukan musik, dan pertunjukan tari.

Kolintang telah ada sejak zaman kuno dan digunakan oleh masyarakat untuk menemani ritual tradisional yang terkait dengan roh leluhur mereka.

Saat ini, fungsi alat musik Kolintang telah menjadi lebih kreatif. Kolintang ditampilkan untuk tarian, lagu dan iringan orkestra. Dalam pertunjukan, biasanya semua jenis musik colintang, seperti lowai, cella, karua, karua rua, uner, uner rua, katelu, ina esa, ina rua dan ina taweng, dikombinasikan dengan formasi yang dibuat sedemikian rupa untuk menciptakan melodi yang harmonis.

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*